Senin, 01 Juli 2013

kencani kesenian

     Kesibukan. Sangat sibuk di umur-umur segini. Umur kepala dua semua menganggap sudah seharusnya menjadi tua. Kasihan tapi engga itu kan memang yang musti di jalanin. Enak ga sih baru baca tuilsan udah kasih keluhan semacem begini? Mungkin biasa aja, sekarang-kan ngeluh adalah hal wajar di media sosial. Enak ga sih baru baca tulisan kita udah kesindir? Mungkin itu biasa juga, sekarang-kan nyindir adalah hal wajar juga. La..lalala.. la.. lalala.. Tapi hidup harus terus berjalan. Saya teringat belum tidur dari hari jum'at yang ada kegiatan di kampus. Setelah sakit perut karena makan malam dengan tahu jeletot memberi efek berak panas dan badan lemas, tapi sempat tertidur selaama satu jam yang sesudah itu tentunya tidak bisa tidur lagi seperti yang sudah dibilang tadi. Bangun sore di hari minggu, sudah ada janji dengan pacar untuk jalan-jalan atau sekedar bertemu karena dia hanya libur sehari dan kadang dua hari namun harinya selalu berganti, kadang awal pekan kadang akhir pekan. Tuntutan profesionalitasnya sebagai pegawai di salah satu perusahaan. Sekarang kesempatan libur itu ada di hari sabtu. Kesempatan langka buat ketemu dia. Saya sih ngga sibuk. Mungkin kata tepatnya saya sih nganggur.

     Bertemu di halte sebelum maghrib. Dia memakai jaket jins, kaus buntung potong manual berwarna putih dengan gambar sampul zine yang kita buat beserta celana jins hitam dan sepatu kanvas hitam bertali putih. Membuat kakinya kelihatan mungil. Senyumnya manis seperti biasa, tapi pipinya masih tembem. Sambil bertanya "kemana kita?" "Dia.lo.gue. aja ada pameran dagingtumbuh" pilihan simple yang sebenarnya saya ga tau dimananya kemang tempat itu. Sudah tradisi kita berdua nyasar kalo pergi-pergi tapi jadinya itu seru, kadang ngeselin. Tapi kalau sama dia ah jadi lain. Semoga. Amiin. Ciyee kasmaran lagi.

     Sampai di kemang. Masih bingung dimana itu tempat yang bernama Dia.lo.gue. tanya sana-sini adalah hal biasa dan yang ga biasa adalah jawabanya. Kami berhenti di warung depan Oz Radio menanyakan dimana itu kemang selatan "ini ada apa sih di kemang selatan udah ada empat orang yang nanya?" ibu-ibu yang sudah ga muda lagi nyeletuk disusul tawa kami berdua. "kemang selatan ke arah sana mas, ini kan jalan bangka" sambil menunjuk ke arah yang berlawanan arah menjelaskan untuk kami berputar. Orang-orang disini ternyata lucu. Kami masih membicarakannya sampai ketemu tempat yang bernama Dia.lo.gue. itu dan tempatnya keren banget. Norak. Tempatnya seperti toko tapi galeri dan dibelakangnya terdapat halaman beralas rumput hijau, bersih dan bikin nyaman. Terus ada banyak jajanannya yang bikin wewenk seneng gitu.

     Acara sudah dimulai begitu kami datang. Bertemu acul yang datang sendirian. Pameran dinyatakan dibuka. Kami berdua masuk dan acul ketemu temen-temennya dulu. Ratusan postcard di tempelkan di berupa kain setinggi ruangan terpajang rapi. Tapi ternyata mas Eko Nugroho pengembang beserta pembesar Daging Tumbuh tidak hadir. Katanya masih liburan di jepang. Untuk melihat karya-karya dari mas eko silahkan klik disini. Sesuai nama dari pamerannya "Postcard Revolution #3" karya-karya yang dipamerkan disini adalah karya-karya dari partisipan projek postcard revolution itu sendiri seperti yang ada di tautan berikut ini. Saya ternyata kurang apdet. Menyesal tapi ya sudahlah.

     Kami senang betul melihat-lihat ratusan gambar dari kartu pos yang terpajang disini. Tangan jadi gatal, perut jadi lapar sekaligus kagum sekali. Tapi saya kesulitan mengetahui siapa yang membuat gambar-gambar di kartu-kartu pos yang terpajang disini. Tapi yah tetap tidak mengusik kesenangan kami. Gambar-gambar ini sedikit melupakan kami akan rutinitas sehari-hari.

     Ada banyak yang lucu-lucu disini. Merchandise lucu-lucu. Anak-anak kecil lucu, sampai mbak-mbak lucu.. eh cuh! Bisa di ludahin nanti. Ada lagi yang seru. Pandai Besi sebuah grup turunan dari efekrumahkaca yang mendaur ulang lagu-lagu dari efekrumahkaca menjadi berbeda ini memainkan seluruh materi dari album terbarunya. Kami menikmatinya dengan duduk-duduk di halaman rumput bertemaram lampu-lampu menggantung di pepohonan. Semua menikmati penyuguhan musik dari Pandai Besi sambil minum-minum dan makan-makan santai. Pandai Besi bermain rapih sampai anak dari salah satu personil ikut main dan sedikit mengerecoki tapi malah membuat suasana semakin hangat. Ceria. Bisa dilihat foto-fotonya. Klik disini.

     Lagu terakhir adalah yang paling spesial. "Hidup Itu Pendek, Seni Itu Panjang" dari Indie Art Wedding dibawakan oleh Pandai Besi. Suasana makin ceria di antara orang-orang yang datang/ Sampe-sampe oomleo diminta ikut tampil bersama Pandai Besi. Ah ini becanda.. emang ada lagi nih lagunya? Kan semua part-nya udah di bawain. Ternyata emang oomleo ikut tampil untuk bermain "Tebak Kata Eat Bulaga" bersama-sama dengan kunci kata yang di cari adalah "Seniman"

"Tidak punya rekening bank?" "BISAAA JADIII!!!" 
"Tapi duitnya banyak?" "IYYYAAA!!!" 
"SENIMAN!!??" "IYAAAAAAK!!!"

Dengarkan lagu-lagu Pandai Besi disini. 
Dengarkan dan unduh lagu-lagu dari Indie Art Wedding disini. 




.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar